Jalankan Satgas Nemangkawi, 6 Polwan Dikirim Ke Papua

Korps Brigade Mobil (Brimob) telah mengirimkan enam orang polisi wanita untuk menjalankan misi operasi satgas Nemangkawi ke Papua. Operasi ini memiliki tujuan untuk menjaga keamanan di daerah papua terutama dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang seringkali juga disebut sebagai OPM. Para polwan tersebut berharap bandar togel singapura bahwa mereka bisa pulang kembali dengan selamat ketika operasi tersebut selesai dilaksanakan mengingat Papua kini menjadi daerah yang kurang aman untuk disinggahi akibat banyak kejadian kejadian berbahaya.

6 Polwan Sudah Terlatih dan Tangguh

Komandan Korps Brimob, Ispektur Jenderal Anang Revandoko mengatakan bahwa polwan yang dikirimkan ke Papua adalah polwan Brimob yang sudah menjalani uji dan beberapa tes sebelum diberangkatkan. Selam bertugas di wilayah paling timur Indonesia, para polwan tersebut akan menjalani tes ketangguhan juga dan akan dilatih lebih lanjut. Adapun tugas yang diberikan oleh Polri kepada Polwan tersebut adalah sebuah tanggung jawab yang harus dibuktikan kepada Negara sebagai bukti pengabdian.

Anang menyebutkan bahwa di luar sana ada yang masih menganggap sepele Polwan padahal di Brimob polwan bukan hanya seorang perempuan tapi punya ketangguhan dan sudah dilatih. Dengan diberikan tugas untuk berada di Papua mengamankan tanah tersebut dari Kelompok kriminal bersenjata, berharap para polwan mampu beradaptasi dan melihat bagaimana kondisi serta situasi yang terjadi. Dirinya pun berharap bahwa polwan tersebut dapat kembali dengan selama sampai ke Jakarta setelah tugas selesai.

Setelah diberangkatkan, Anang berharap bisa bertemu kembali di Jakarta dengan pasukan lengkap. Satgas Nemangkawi adalah tim gabungan antara TNI dan Polri yang akan bertugas untuk mengamankan Papua dan mengejar KKB yang ada di Papua. Kerapkali satgas melakukan baku tembak dengan KKB. Pihak Brimob pun berharap adanya kerja sama antara TNI dan Polri untuk mampu memberantas KKB dan berkolaborasi untuk mampu mengamankan kondisi papua yang saat ini sedang tidak kondusif.

Kelompok Kriminal Bersenjata Terus Naik ke Permukaan

Beberapa bulan terakhir, kelompok kriminal bersenjata terus melakukan pemberontakan dan melakukan tindakan tindakan tidak sesuai aturan di tanah papua. Beberapa kali pembakaran dan beberapa kali penghadangan dilakukan untuk membuat keresahan di darah Timika, Tembagapura dan daerah yang lain di Papua. Akibatnya masyarakat pun mendapatkan terror dan merasa resah. Mereka akhirnya datang ke daerah lain sebagai pengungsi dan merasa tidak aman lagi berada di rumah masing masing.

Kelompok Operasi Papua Merdeka atau OPM pun kerap membakar gereja, rumah, dan menembaki mobil. Saat dilakukan pengejaran kelompok tersebut sering lari ke hutan sehingga sulit untuk ditangkap. Namun akhirnya ada anggota KKB Ferry Alees yang terbunuh akibat baku tembak yang terjadi. Ini bisa menjadi salah satu genjatan senjata atau penghentian sementara penyerangan yang dilakukan oleh KKB ataupun OPM di daerah Papua walaupun sebenarnya tidak menjamin hal tersebut. PT Freeport pun kerap kali menjadi korban untuk penembakan kendaraan, ambulan dan lain sebagainya. Masyarakat berharap polemik pemerintah dengan Kelompok Kriminal Bersenjata bisa segera berakhir mengingat ada banyak korban yang telah jatuh karenanya. Pengiriman pasukan Polwan yang berasal dari Brimob dan bekerja sama dengan TNI untuk mengamankan bumi papun bisa terwujud dan membebaskan tanah tersebut dari OPM dan beberapa kelompok berbahaya lainnya. Indonesia menjadi kembali damai dan tidak ada lagi gerakan separatis, ataupun radikal yang akan memecah belah negara.

Practical

Back to top